Ukuran pasar soda kaustik Indonesia mencapai 1.089,3 ribu ton pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 1,32% hingga 2034. Pasar didorong oleh industri kimia dan kertas yang berkembang, serta ekspansi sektor aluminium, tekstil, dan deterjen lokal.
Teknologi sel membran mendominasi produksi domestik karena efisiensi dan konsumsi energi yang lebih rendah. Namun, industri pabrik chlor-alkali (CAP) masih membutuhkan sekitar 2,3 juta ton garam industri per tahun sebagai bahan baku, dengan 90% volume tersebut dipenuhi melalui impor.
Serpihan soda kaustik banyak digunakan di fasilitas pengolahan air Indonesia, pemurnian minyak kelapa sawit, dan pabrik sintesis kimia. Seiring urbanisasi yang semakin cepat dan program infrastruktur pemerintah yang berkembang, permintaan serpihan soda kaustik Tingkat Industri tetap kuat meskipun ada hambatan logistik global.
Mencari pasokan serpihan soda kaustik yang andal untuk pabrik Anda? Hubungi kami hari ini untuk mendiskusikan kebutuhan Anda dan menerima penawaran kompetitif dengan kemurnian terjamin.
